Cari Blog dan Web
Translate into :
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 November 2013
Maher Zain & Fadly Gelar Konser di Indonesia Lagi
Jakarta - Lantaran sukses berduet dalam tembang Insya Allah, Fadly 'Padi' dan Maher Zain mampu menumbuhkan karakter yang kuat sebagai pelantun musik religi. Tak sebatas hubungan bisnis komersial, ternyata Fadly punya alasan tersendiri kenapa bisa “awet” menjalin silaturahmi dengan penyanyi asal Libanon itu.
“Saya selalu kangen sama kehadiran Maher Zain di Indonesia. Bukan hanya suaranya yang bagus, tapi juga karakternya yang hangat,” ujar Fadly melalui siaran pers, Kamis, 14 November 2013.
Menutup tahun ini, Maher Zain bakal kembali datang ke Indonesia lewat sebuah gelaran konser amal bertajuk “Malam 1.000 Keberkahan Maher Zain”, pada 22 November 2013, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Ada motivasi berbeda dari konser ketiga Maher Zain kali ini. Penyanyi religi yang baru saja mengeluarkan album baru itu akan menyumbangkan hasil penjualan tiket konsernya untuk kegiatan amal. Keuntungan dari konser itu akan disumbangkan kepada Dompet Dhuafa, disalurkan dalam kegiatan pembangunan umat, seperti pendidikan, kesehatan, dan bencala alam.
“Salah satu karakter Maher Zain yang saya suka adalah beliau senang beramal. Begitu mengetahui bahwa konser ini untuk charity, dia langsung merespons dengan senang,” ujar bekas vokalis band Padi ini.
Bagi vokalis Musikimia itu, beramal tak harus dilakukan dengan monoton (menyumbang uang secara langsung). Fadly justru menganggap beramal lewat konser lebih menyenangkan. “Setelah menghibur penggemar yang sudah membeli tiket, mereka pun insya Allah juga mendapatkan pahala atas amal saleh mereka,” ujarnya.
Konser ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan amal “Sunatan Massal 1.000 Anak Yatim se-Indonesia” yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) selama bulan Oktober–November 2013. Tiket konser akan dipatok mulai dari harga Rp 350 ribu untuk kelas tribun, Rp 500 ribu untuk kelas festival, dan VIP seharga Rp 1 juta.
sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/11/15/112529874/Maher-Zain-dan-Fadly-Gelar-Konser-Amal
Sabtu, 29 Juni 2013
Muslim Australia Akan Tayangkan Iklan Tentang Nabi Muhammad Saw
Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang Nabi Muhammad SAW, Muslim Australia merencanakan serangkaian iklan untuk mendidik masyarakat tentang panutan umat Islam tersebut.
"Ini merupakan respon terhadap informasi yang salah," kata Diaa Mohamed, pendiri organisasi Mypeace, yang bekerja untuk membangun jembatan antara Muslim dan non-Muslim, kepada The Australian pada Kamis, 27 Juni, sebagaimana dilansir onislam.net.
"Tidak banyak (orang Australia) yang menyadari siapa Nabi dan mengapa kita menganggap dia begitu tinggi dan sangat emosional."
Kelompok ini merencanakan serangkaian iklan TV bulan depan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Nabi.
Penayangan iklan berdurasi 30 detik akan bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan pada 9 Juli nanti. Iklan akan menampilkan tokoh-tokoh dunia yang berbicara tentang keutamaan Nabi.
Sydney memiliki salah satu komunitas Muslim yang paling beragam di dunia, dengan 70 latar belakang negara dan etnis yang berbeda, di antaranya Lebanon, Turki, Afghanistan, Mesir, India, Pakistan, Bosnia, Afrika Selatan dan Fiji.
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20 juta penduduknya.
Kebaikan Nabi
Organisasi itu mengatakan iklan ini bertujuan untuk mengungkap kebaikan Nabi Muhammad kepada dunia.
"Muhammad adalah orang yang paling berpengaruh dalam sejarah dan iklan ini akan menunjukkan apa yang ulama dan sejarawan katakan tentang dia," kata Mohamed.
Beberapa tokoh dunia telah memuji kebajikan dari Nabi Muhammad. Diantaranya adalah sebagai berikut.
NAPOLEON BONAPARTE :
“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi, Muhammad kepada seluruh dunia ini....
Bangsa Arab penyembah berhala ketika enam abad setelah Jesus, Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan dari nabi Ibrahim, nabi Ismail, Nabi Musa dan nabi Isa. Sekte Airus dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan pertanyaan tentang sifat Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Rohulkudus; Muhammad mengatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang tidak berayah, beranak dan bahwa Tritunggal itu kemasukan ide-ide Kafir....
Muhammad seorang pangeran. Ia mempersatukan semua patriotnya. Dalam beberapa tahun kaum muslimin menguasai setengah bulatan bumi. Mereka menyelamatkan lebih banyak jiwa, meruntuhkan lebih banyak berhala dan rumah-rumah berhala dalam waktu lima belas tahun, dibanding dengan yang dilakukan pengikut Musa dan Isa dalm masa lim belas abad. Muhammad adalah seorang besar. Sebenarnya mungkin ia telah menjadi dewa sekiranya revolusi yang dibangunkannya tidak dipersiapkan oleh keadaan. Ketika ia muncul, bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam perang-perang saudara. (Bonaparte et l’Islam | Oleh Cherfils, Paris)
MAHATMA GANDHI :
“Saya ingin tahu sebaik-baiknya tentang hidup seorang yang hingga kini memegang teguh hati jutaan manusia... Saya lebih yakin dari sebelumnya, bahwa bukanlah pedang yang membawa Islam kepada kejayaannya. Kesederhanaan agama Islam yang tegas, penguasaan diri yang kuat dari Nabi itu, pandangan yang teliti sekali tentang jaminan pahala, penabdiannya yang sungguh-sungguh kepada sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya, keperwiraannya yang tidak mengenal takut, keyakinannya yanga mutlak terhadap Tuhan dan tugasnya. Inilah, dan bukan pedang, yang menaklukan segala-galanya dihadapan kaum Muslimin dan mengatasi segal rintangan...”
Cukuplah bagi saya untuk mengetahui bahwa ia salah satu dari jutaan manusia yang berusaha berjalan dengan takwa kepada Tuhan, yang mati sebagai seorang miskin dengan tidak menghendaki mausoleum yang megah bagi kuburannya, yang hingga ke akhir hayatnya tidak lupa kepada setiap orang yang pernah berbuat baik kepadanya.
“Saya ingin tahu sebaik-baiknya tentang hidup seorang yang hingga kini memegang teguh hati jutaan manusia... Saya lebih yakin dari sebelumnya, bahwa bukanlah pedang yang membawa Islam kepada kejayaannya. Kesederhanaan agama Islam yang tegas, penguasaan diri yang kuat dari Nabi itu, pandangan yang teliti sekali tentang jaminan pahala, penabdiannya yang sungguh-sungguh kepada sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya, keperwiraannya yang tidak mengenal takut, keyakinannya yanga mutlak terhadap Tuhan dan tugasnya. Inilah, dan bukan pedang, yang menaklukan segala-galanya dihadapan kaum Muslimin dan mengatasi segal rintangan...”
Cukuplah bagi saya untuk mengetahui bahwa ia salah satu dari jutaan manusia yang berusaha berjalan dengan takwa kepada Tuhan, yang mati sebagai seorang miskin dengan tidak menghendaki mausoleum yang megah bagi kuburannya, yang hingga ke akhir hayatnya tidak lupa kepada setiap orang yang pernah berbuat baik kepadanya.
Sumber akhmadfathir.blogspot.com
dikutip dari: http://www.fiqhislam.com
Sabtu, 29 Desember 2012
Macam-macam Penanggalan di Dunia
Beberapa kalender didasarkan pada keyakinan, beberapa lain pada perubahan alam.Berikut kalender yang tercatat hingga sekarang berdasarkan data wikipedia.org:
1. Kalender Kibti/Qibti
Kalender ini adalah kalender Bangsa Mesir, dan saat ini masih terpakai secara rahasia oleh supranaturalis Islam Indonesia. Kalender ini punya banyak fungsi, yaitu untuk mengetahui kapan seseorang wafat, lahir, sembuh dan sebagainya.
Kalender ini adalah kalender Bangsa Mesir, dan saat ini masih terpakai secara rahasia oleh supranaturalis Islam Indonesia. Kalender ini punya banyak fungsi, yaitu untuk mengetahui kapan seseorang wafat, lahir, sembuh dan sebagainya.
2. Kalender Jepang
Sampai akhir tahun ke-5 zaman Meiji atau sekitar 1872, Jepang masih menggunakan Kalender Tempō (Temporeki). Lantas Jepang menggunakan sistem Kalender Gregorian sejak tahun ke-6 zaman Meiji atau 1 Januari 1873.
Sampai akhir tahun ke-5 zaman Meiji atau sekitar 1872, Jepang masih menggunakan Kalender Tempō (Temporeki). Lantas Jepang menggunakan sistem Kalender Gregorian sejak tahun ke-6 zaman Meiji atau 1 Januari 1873.
Kalender
Jepang dalam satu tahun terbagi menjadi 12 bulan yaitu Ichigatsu,
Nigatsu, Sangatsu, Shigatsu, Gogatsu, Rokugatsu, Sichigatsu, Hachigatsu,
Kugatsu, Jugatsu, Juichigatsu dan Junigatsu.
3. Kalender Maya
Kalender Maya merupakan sistem kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya. Kalender ini diciptakan pada masa Baktun ke-6 (sekitar tahun 747-353 SM). Puncak kejayaan peradaban Suku Maya yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah terjadi sekitar tahun 250-900 M.
Kalender Maya merupakan sistem kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya. Kalender ini diciptakan pada masa Baktun ke-6 (sekitar tahun 747-353 SM). Puncak kejayaan peradaban Suku Maya yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah terjadi sekitar tahun 250-900 M.
Satu
siklus dalam perhitungan kalender ini memiliki lama waktu 260 hari yang
terbagi dalam 13 trecena dan lama waktu setiap trecena adalah 20 hari.
Meskipun tidak ada kepastian kapan awal hari dari 20 penanggalan
tersebut, namun pada buku Chilam Balam diperoleh referensi bahwa hari
pertama adalah Imix.
5. Kalender Julian
Kalender Julian, satu tahun secara rata-rata didefinisikan sebagai 365,25 hari. Angka 365,25 dapat dinyatakan dalam bentuk (3�365+ 1�366)/4. Karena itu dalam kalender Julian, terdapat tahun kabisat setiap 4 tahun. Kalender Julian berlaku sampai dengan Kamis-4 Oktober 1582 M.
Kalender Julian, satu tahun secara rata-rata didefinisikan sebagai 365,25 hari. Angka 365,25 dapat dinyatakan dalam bentuk (3�365+ 1�366)/4. Karena itu dalam kalender Julian, terdapat tahun kabisat setiap 4 tahun. Kalender Julian berlaku sampai dengan Kamis-4 Oktober 1582 M.
6. Kalender Gregorius
Paus Gregorius XIII mengubah kalender Julian dengan menetapkan bahwa tanggal setelah Kamis-4 Oktober 1582 M adalah Jumat-15 Oktober 1582 M. Jadi, tidak ada tanggal 5-14 Oktober 1582. Sejak 15 Oktober 1582 M itulah berlaku kalender Gregorian.
Paus Gregorius XIII mengubah kalender Julian dengan menetapkan bahwa tanggal setelah Kamis-4 Oktober 1582 M adalah Jumat-15 Oktober 1582 M. Jadi, tidak ada tanggal 5-14 Oktober 1582. Sejak 15 Oktober 1582 M itulah berlaku kalender Gregorian.
7. Kalender Hijriyah
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.
Di
beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah
juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam
menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Dalam Kalender Hijriah,
sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat
tersebut. 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari
dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.
8. Kalender Jawa
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran.
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran.
Pada
tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama
Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit
untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi
Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak
menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka
tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas
kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka,
diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.
9. Kalender Saka
Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.
Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.
Sebuah
tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan. Yaitu Srawanamasa,
Bhadrawadamasa, Asujimasa, Kartikamasa, Margasiramasa, Posyamasa,
Maghamasa, Phalgunamasa, Cetramasa, Wesakhamasa, Jyesthamasa,dan
Asadhamasa.
10. Kalender Yahudi
Kalender Yahudi atau Kalender Ibrani adalah kalender yang digunakan oleh bangsa Yahudi. Kalender ini memiliki 12 bulan, dengan setiap bulannya berjumlah 29 atau 30 hari dan kurang lebih berjumlah 354 hari setiap tahunnya.
Kalender Yahudi atau Kalender Ibrani adalah kalender yang digunakan oleh bangsa Yahudi. Kalender ini memiliki 12 bulan, dengan setiap bulannya berjumlah 29 atau 30 hari dan kurang lebih berjumlah 354 hari setiap tahunnya.
Kalender
Yahudi merupakan kalender tertua yang pernah ditemukan disebut dengan
Sedar Olam yang dibuat oleh rabi Yos� ben Halafta. Perhitungan kalendar
ini didasarkan pada usia orang-orang yang tercatat dalam Alkitab dan 6
hari penciptaan.
11. Imlek
Imlek atau Kalender Tionghoa menurut legenda, berkembang sejak 3 milenium SM. Diyakini, kalendar Cina sebagai penanggalan yang paling lama masih digunakan di dunia hingga saat ini. Kalendar ini diciptakan Huang Di atau Maharaja Kuning, yang memerintah, sekitar 2698-2599 SM.
Imlek atau Kalender Tionghoa menurut legenda, berkembang sejak 3 milenium SM. Diyakini, kalendar Cina sebagai penanggalan yang paling lama masih digunakan di dunia hingga saat ini. Kalendar ini diciptakan Huang Di atau Maharaja Kuning, yang memerintah, sekitar 2698-2599 SM.
Nama
bulan dalam penanggalan Tionghoa yaitu Cia Gwee,Ji Gwee, Sa Gwee, Si
Gwee, Go Gwee, Lak Gwee, Cit Gwee, Pe Gwee, Kauw Gwee, Cap Gwee, Cap It
Gwee dan Cap Ji Gwee. O YA KAH?
Kamis, 30 Agustus 2012
Neil Amstrong Meninggal Dunia
Mantan astronot Amerika Serikat yang pertama kali mendaratkan kakinya ke bulan, Neil Amstrong, meninggal dunia di usia 82 tahun, Sabtu.
Meninggalnya Amstrong disampaikan pihak keluarga seperti dilansir Reuters, Sabtu (Minggu dini hari WIB). Namun, pihak keluarga tidak menyatakan kapan dan dimana Armstrong menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebelumnya, Amstrong sempat menjalani operasi by pass jantung pada awal bulan ini, dua hari setelah ulang tahunnya pada 5 Agustus, karena penyakit jantung koroner yang dideritanya.
Sebagai pemimpin misi pesawat Apollo 11, Amstrong menjadi orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di bulan pada 20 Juli 1969. Dia mengatakan, "Inilah sebuah langkah kecil bagi (seorang) manusia, satu langkah besar bagi kemanusiaan."
Amstrong yang memiliki nama lengkap Neil Alden Armstrong dilahirkan di Ohio, Amerika Serikat, 5 Agustus 1930.
Pada 20 Juli 1969, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di Bulan dengan kendaraan udara kecil, yang telah dikirim ke Bulan dengan roket Saturn V dalam misi Apollo 11. Mereka berdua berjalan di Bulan, dan jutaan orang menonton peristiwa ini dari televisi.
Selasa, 20 Desember 2011
MER-C Indonesia Bangun Rumah Sakit di Gaza
Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, sebuah kabar gembira untuk saya dan anda yang sama-sama pecinta Palestina!
INDONESIA memberikan sumbangan kepada masyarakat di Jalur Gaza, Palestina. Sumbangan yang digawangi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tersebut berwujud rumah sakit.
Keprihatinan warga Indonesia atas serangan bengis Israel terhadap warga Palestina terwujud dalam bentuk rumah sakit. Rumah sakit itu dibangun pada 14 Mei 2011, di atas tanah wakaf seluas 16 ribu meter persegi dari Pemerintah Palestina. Rumah sakit yang nantinya berlantai tiga, lengkap dengan basement itu terletak di perbatasan utara Gaza.
Namun, bukan perkara mudah membangun rumah sakit di wilayah konflik. Sebab, pembangunan terkendala pasokan bahan baku dan materi pembangunan. Selain itu, pembangunan dipersulit perizinan untuk memasuki Gaza.
Sebagian bahan baku bangunan masih di pasok lewat terowongan bawah tanah. Terlebih besi yang memang sulit untuk masuk ke Gaza karena kecurigaan Israel sebagai bahan untuk pembuat senjata.
Kini, bangunan rumah sakit Indonesia di Gaza, sudah terlihat. Lantai satu sudah berdiri tonggak dan pilar-pilar beton penyangga. Rumah sakit itu didesain berbentuk segi delapan, seperti kubah Masjid Al-Aqsa. Rumah sakit itu direncanakan memuat 100 tempat tidur.
Pada akhir 2011, pembangunan struktur bangunan tahap pertama direncanakan terselesaikan menyusul pengadaan dan pembangunan mechanical elektrik.
Rumah sakit yang direncanakan selesai akhir tahun depan itu, menelan biaya Rp30 miliar. Namun, dana yang terkumpul baru Rp18,5 miliar. Sejalan dengan pembangunan, pencarian dana dari masjid dan jamaah pengajian terus dilanjutkan, serta lewat layanan pesan singkat ke MER-C.
Sebaliknya, Pemerintah Indonesia belum banyak berperan untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Padahal, jika rumah sakit itu berdiri, Bangsa Indonesia akan mencatatkan nama.
(sumber: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/12/19/141705/MER-C-Bangun-Rumah-Sakit-di-Gaza/7)
INDONESIA memberikan sumbangan kepada masyarakat di Jalur Gaza, Palestina. Sumbangan yang digawangi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tersebut berwujud rumah sakit.
Keprihatinan warga Indonesia atas serangan bengis Israel terhadap warga Palestina terwujud dalam bentuk rumah sakit. Rumah sakit itu dibangun pada 14 Mei 2011, di atas tanah wakaf seluas 16 ribu meter persegi dari Pemerintah Palestina. Rumah sakit yang nantinya berlantai tiga, lengkap dengan basement itu terletak di perbatasan utara Gaza.
Namun, bukan perkara mudah membangun rumah sakit di wilayah konflik. Sebab, pembangunan terkendala pasokan bahan baku dan materi pembangunan. Selain itu, pembangunan dipersulit perizinan untuk memasuki Gaza.
Sebagian bahan baku bangunan masih di pasok lewat terowongan bawah tanah. Terlebih besi yang memang sulit untuk masuk ke Gaza karena kecurigaan Israel sebagai bahan untuk pembuat senjata.
Kini, bangunan rumah sakit Indonesia di Gaza, sudah terlihat. Lantai satu sudah berdiri tonggak dan pilar-pilar beton penyangga. Rumah sakit itu didesain berbentuk segi delapan, seperti kubah Masjid Al-Aqsa. Rumah sakit itu direncanakan memuat 100 tempat tidur.
Pada akhir 2011, pembangunan struktur bangunan tahap pertama direncanakan terselesaikan menyusul pengadaan dan pembangunan mechanical elektrik.
Rumah sakit yang direncanakan selesai akhir tahun depan itu, menelan biaya Rp30 miliar. Namun, dana yang terkumpul baru Rp18,5 miliar. Sejalan dengan pembangunan, pencarian dana dari masjid dan jamaah pengajian terus dilanjutkan, serta lewat layanan pesan singkat ke MER-C.
Sebaliknya, Pemerintah Indonesia belum banyak berperan untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Padahal, jika rumah sakit itu berdiri, Bangsa Indonesia akan mencatatkan nama.
(sumber: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/12/19/141705/MER-C-Bangun-Rumah-Sakit-di-Gaza/7)
Langganan:
Postingan (Atom)
